Tujuan-finansial

5 Kebiasaan Positif Orang Kaya yang Patut Ditiru

visibility 3835

Menghindari makanan cepat saji atau berolahraga secara rutin—terdengar seperti serangkaian cara untuk membuat tubuh Anda menjadi lebih bugar, bukan? Ajaibnya, hal tersebut bukan hanya bermanfaat bagi tubuh tapi juga bisa membuat keadaan keuangan Anda menjadi lebih sehat.

Tom Corley berhasil mewawancarai 233 orang yang berasal dari golongan kaya dan 128 orang yang berasal dari golongan kurang mampu selama lima tahun lamanya, mengumpulkan data dari lebih 200 aktivitas yang dijalankan oleh kedua kelompok tersebut. Ia pun berbagi hasil temuannya melalui buku "Rich Habits – The Daily Success Habits of Wealthy Individuals".

Tengok beberapa kebiasaan 'emas'—atau yang biasa disebut dengan 'keystone habit', satu kebiasaan unik yang dapat mempengaruhi kebiasaan lain—hasil penemuan Corley yang biasa dilakukan oleh orang-orang kalangan atas.

Mengkonsumsi lebih sedikit makanan cepat saji
Corely menemukan bahwa 97% dari orang dengan golongan kurang mampu mengkonsumsi lebih dari 300 kalori makanan cepat saji setiap harinya, ketika 70% dari golongan orang kaya tidak melakukannya. Hal tersebut bukanlah hal yang mengejutkan mengingat makanan cepat saji adalah makanan yang tergolong murah. Seberapa sering Anda melihat penawaran “beli satu gratis satu” untuk makanan organik dibandingkan sebungkus keripik kentang?

Daripada mengkonsumsi makanan di luar atau yang kurang sehat, lebih baik Anda memasak makanan sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang aman sesuai standar 'penghuni rumah'. Sekadar info, mengkonsumsi makanan cepat saji dapat berakibat pada naiknya kalori yang Anda konsumsi pada satu hari sehingga menyebabkan kenaikan berat badan dan melemahnya kondisi kesehatan. Jangan sampai permasalahan kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung mempengaruhi kemampuan Anda dalam menghasilkan uang. Begitu pula dengan biaya pengobatan yang harus Anda tanggung; bisa membuat Anda berada pada kondisi keuangan yang menyulitkan. Ouch!

Rutin berolahraga 
Lagi, orang yang berada pada golongan kaya yang Corley wawancarai memiliki kebiasaan yang lebih sehat. Sebanyak 76% orang dari golongan kaya melakukan olahraga aerobik paling tidak empat kali seminggu. Bandingkan dengan orang kurang mampu yang hanya memiliki persentase olahraga sebesar 23%. Corley menambahkan, kebiasaan berolahraga biasanya dibarengi dengan kebiasaan makan  yang baik, “Bagi orang kaya, kesehatan adalah segalanya. Logikanya, jika mereka sehat maka mereka bisa bekerja karena mereka akan memiliki tenaga yang lebih. Dengan waktu kerja yang lebih panjang dan waktu sakit yang lebih sedikit, orang kaya lebih bersemangat dalam meningkatkan produktivitas, dipicu dari keinginan mereka untuk mencapai kesuksesan."

Antimenunda
Orang kaya memiliki kecenderungan untuk berorientasi tujuan dan selalu ingin mencapai sesuatu dengan sempurna. Mengalahkan kebiasaan menunda yang buruk adalah poin terpenting menurut Corley. “Ketika muncul pikiran untuk menunda suatu hal, segera kalahkan pikiran tersebut dengan mengatakan ‘lakukan sekarang juga’. Ulangi tiga kata ajaib tersebut seratus kali dalam sehari jika dibutuhkan,” tulis Corley.

Tidak pernah berhenti belajar
Salah satu temuan menarik lainnya adalah sebanyak 88% orang kaya yang ia wawancarai mempunyai kebiasaan membaca minimal 30 menit dalam sehari untuk mendapatkan pengetahuan demi menunjang karir mereka. Sementara hanya 2% orang kelas menengah ke bawah yang rutin melakukannya. Lebih jauh lagi, 76% orang kaya ternyata membaca dua buku atau lebih yang berhubungan dengan hal-hal edukatif dan self-help dalam jangka waktu satu bulan, sedangkan orang kurang mampu tidak melakukannya. Untuk menghemat pengeluaran, manfaatkan fasilitas meminjam buku di perpustakaan umum atau meminjam dari teman. 

Memelihara hubungan dengan baik 
“Successful people are students of relationship building,” tulis Corley. “Dengan orang lain, mereka dengan sungguh-sungguh menelepon secara langsung dan secara berkelanjutan mencari cara untuk memperbaiki hubungan mereka.” Mulai dari mengingat tanggal ulang tahun, membangun networking, hingga berbagi hal-hal penting. Itulah beberapa kebiasaan 'emas' yang selalu mereka lakukan. Sebagai contoh, 79% dari orang kaya menjalin relasi selama lima jam atau lebih selama satu bulan dibandingkan dengan orang kurang mampu yang hanya 16% saja.

Jika setelah membaca artikel ini Anda merasa terbebani, Corley mengingatkan bahwa Anda tidak perlu menerapkan semua kebiasaan 'emas' orang kaya yang ia temukan di atas. Untuk memulainya, Anda bisa berangkat dari kebiasaan berolahraga cardio selama 20 hingga 30 menit per hari, disusul menerapkan pola makan sehat atau menggalakkan gaya hidup membaca. Dengan menerapkan paling tidak satu kebiasaan di atas, Anda dapat meningkatkan kualitas hidup Anda: lebih sehat, hemat, dan bahagia.

Jadi, berminatkah Anda untuk memulai kebiasaan 'emas' layaknya orang kaya? 

Share this Post