Keluarga

5 Kesalahan Terbesar Wanita Dalam Menggunakan Uang

visibility 3346

Wanita, khususnya ibu, memegang peranan penting dalam mengatur keuangan keluarga. Bukan, begitu? Namun Investree juga memahami bahwa mereka tak jarang mengalami hubungan yang love-hate dengan uang, menyebabkan keadaan finansial wanita dan keluarga menjadi terganggu.

Kini, semakin penting bagi wanita untuk memiliki hubungan yang sehat dengan uang—tahu bagaimana cara menghadapinya, bagaimana menumbuhkannya, dan bagaimana menyampaikan pengetahuan tentangnya kepada buah hati. Sebelum mencari jalan keluar yang tepat, pahami dulu masalah yang seringkali muncul antara wanita dengan uang. Sst... Siapa tahu Anda juga mengalaminya!

1: Membiarkan orang lain menangani permasalahan keuangan keluarga
Dalam sebuah rumah tangga, normalnya suami bekerja mencari nafkah sedangkan istri mengatur keuangan. Selain mengetahui dan memahami kondisi finansial keluarga, keduanya juga harus bekerjasama dalam menghadapi setiap masalah. Namun, kebanyakan keluarga justru menyerahkan 'tanggung jawab' tersebut kepada konsultan keuangan. Alhasil, uang terbuang lagi hanya untuk membayar jasanya.

Apapun skenarionya, baik suami maupun istri wajib tahu tentang apa yang terjadi pada uang mereka—berapa jumlah pemasukan, pengeluaran, hingga tabungan dan investrasi—dan secara aktif terlibat dalam pengambilan keputusan terkait dengan uang. Memiliki gambaran yang jelas tentang situasi keuangan keluarga akan membantu wanita dalam mengambil keputusan secara tepat serta merasa aman dan nyaman di masa depan.

2: Menghindari pembicaraan tentang uang
Kenapa harus merasa berat untuk membicarakan uang? Sangat wajar, kok, untuk memperbicangkannya dengan orang lain mengingat uang adalah bagian dari hidup setiap orang dan tidak ada yang salah tentangnya.

Membicarakan uang penting bagi pasangan. Ingat, penyebab perselisihan terbanyak justru disebabkan oleh faktor ‘uang’, salah satunya karena masing-masing pasangan enggan untuk saling terbuka. Bagi kebanyakan orang, uang merupakan topik yang sensitif. Padahal berkomunikasi tentang uang bukan hanya tentang angka. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda terhadap uang—terlebih dalam menghabiskan, menabung, dan merencakan keuangan. Cukup dengan membicarakan apa yang dirasakan tentang uang, pengalaman yang pernah dilalui, dan impian di masa depan, wanita dapat membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan tentang permasalahan keuangan.

Sementara untuk orang tua, penting juga untuk bersikap terbuka dan jujur tentang uang kepada anak. Mulai sekarang, ajarkan mereka cara mendapatkan uang yang baik, menghabiskannya secara bijak, hingga langkah cerdas untuk menabung. Hal tersebut dapat menjadi batu lompatan menuju masa depan finansial mereka yang cerah.

3: Tidak mempunyai anggaran
Padahal, merencanakan dan membuat anggaran merupakan hal yang mendasar bagi keluarga dan menjadi tanggung jawab suami dan istri. Hal tersebut dikenal dengan manajemen keuangan—sudahkah Anda melakukannya? Fungsi dari membuat anggaran adalah untuk melacak pemasukan dan pengeluaran secara cermat. Rincikan saja di buku atau lembaran yang diinginkan, atau dengan menggunakan software gratis. Anggaran dapat membantu wanita dalam menghindari utang, memahami untuk apa dan kemana seluruh anggota keluarga menghabiskan uang, dan mempermudah menabung untuk masa depan.

4: Tidak memperlakukan uang secara adil
Jika Anda pernah mempelajari akuntansi, tentu familiar dengan istilah mental accounting; merujuk pada bagaimana kita memperlakukan uang dari sumber yang berbeda dan secara berbeda juga. Apakah itu kocokan arisan, pengembalian pajak, atau tabungan yang dimiliki—semuanya adalah uang—namun wanita memiliki tendensi untuk memperlakukannya secara berbeda. Uang yang tidak diperoleh dari jerih payah sendiri seringkali dianggap kurang penting. Contohnya, jika seorang ibu sekaligus pekerja mendapatkan bonus dari kantornya, mengacu pada kebanyakan kasus sehari-hari, akankah ia menyimpannya di rekening tabungan atau justru menghabiskannya untuk shopping?

Jika wanita memperlakukan seluruh uang sama—secara adil—ia, dan Anda, berkesempatan untuk menambah simpanan dana yang dimiliki agar dapat digunakan pada waktu-waktu yang telah diprioritaskan.

5: Bersikap salah terhadap uang
Pepatah populer menyebutkan uang dapat mengubah segalanya, termasuk keputusan karir, hubungan dengan seseorang atau kelompok, hingga harga diri. Satu hal yang pasti: uang dapat menjadi penyebab stres nomor satu dan mempengaruhi kesehatan.

Kenapa uang seringkali menjadi penyebab permasalahan sehari-hari? Karena kita selalu menghadapi uang dengan cara yang emosional. Tak jarang wanita yang tergila-gila dengan uang, menjadikannya sebagai pengatur kehidupan. Yang lainnya sibuk mengatur uang untuk menjadikan hidup mereka lebih baik. Sedangkan sisanya mengalami ketakutan dalam menghabiskan dan menikmati uang.

Ibu dan para wanita di luar sana, cobalah sekali-kali untuk tidak mengendalikan uang dengan emosi, melainkan dengan cara yang rasional. Wanita dengan sikap yang sehat terhadap uang tahu dan sadar bahwa uang tidak akan memberikan kebahagiaan. Pilihan-pilihan yang kita buat terhadap uanglah yang akan membantu Anda menjadikan kehidupan lebih baik dari sebelumnya. 

Share this Post