Investasi

Berkenalan dengan Konsep dan Manfaat Bunga Berbunga

visibility 5304

Berinvestasi di usia muda dan percaya pada kekuatan bunga berbunga (compound interest) dapat membuat Anda kaya. Masa, sih? Simak artikel sederhana yang akan membuat Anda meyakininya 100%.

Albert Einstein menyebut bunga berbunga sebagai “penemuan matematis paling hebat sepanjang masa”. Kami setuju. Tidak seperti trigonometri atau kalkulus, penemuan yang hanya dapat Anda pelajari ketika duduk di bangku SMA, bunga berbunga bisa ditemui dengan mudah dalam aktivitas sehari-hari.

Jika Anda masih muda—atau bahkan termasuk dalam generasi millennial—Anda memiliki satu keuntungan istimewa dibandingkan generasi orang tua Anda: waktu! Jangan berpikir bahwa berinvestasi atau membuka rekening pensiun tak akan menjadi prioritas Anda di usia 20-an. Sebaliknya, mempersiapkannya sejak dini dapat membuat Anda untung berlipat ganda di hari tua. Jadi sebenarnya, apa itu bunga berbunga atau compound interest?

Bunga berbunga mengacu pada pembayaran bunga atas pokok dan bunganya yang selalu terakumulasi dari waktu ke waktu. Dengan bunga yang bersifat majemuk tersebut, pembayaran bunga akan terus ditambahkan ke dalam pokok simpanan sehingga pokok yang sudah ditambahkan akan terus mendapatkan bunga. Dalam rumus bunga berbunga, A (jumlah total pendapatan) merupakan hasil perkalian dari P (pokok simpanan) dikalikan dengan konstanta 1 ditambah r (tingkat persentase bunga tahunan) dipangkatkan dengan n (jumlah tahun atau lama menabung).

 

Rumus:

 

Kuncinya hanya dua: reinvestasi dan waktu. Semakin lama waktu berinvestasi, semakin banyak pula perolehan yang akan Anda dapatkan. Jadi, daripada langsung menarik seluruh keuntungan investasi Anda dalam satu waktu, kenapa tidak menginvestasikannya ulang dan menunggu demi laba yang lebih besar?

Bagaimana cara kerjanya? Perhatikan ilustrasi berikut ini:

Adrian adalah lulusan perguruan tinggi berusia 25 tahun yang berinvestasi Rp 1.000.000 per bulan di sebuah rekening dengan bunga majemuk 15% setiap tahun. Pada usia 28 tahun, dana yang Adrian miliki telah bertambah menjadi Rp 115.675.000. Karena ia terus meneruskan aktivitas investasinya hingga tua, pada usia 65 tahun, Adrian dapat menarik keuntungan sebesar Rp 20.373.200.000 atau lebih dari Rp 20 milyar. 

Sementara itu kawannya, Andre, baru mulai berinvestasi pada usia 40 tahun dengan nominal dan bunga majemuk yang sama, Rp 1.000.000 dan 15%. Pada usia 65 tahun, Andre hanya memperoleh keuntungan sebesar Rp 3.807.900.000 atau tidak sampai Rp 4 milyar.

Apa yang terjadi? Baik Adrian maupun Andre sama-sama berusia 65 tahun, namun Adrian memperoleh lebih banyak keuntungan dibandingkan Andre meskipun mereka sama-sama menginvestasikan jumlah uang yang sama. Dengan memberikan lebih banyak waktu untuk tumbuh bagi investasinya, ternyata Adrian mampu menghasilkan uang 16.565.300.000 lebih banyak dari Andre. Luar biasa, bukan?

Saat Anda berinvestasi, ingat selalu bahwa bunga berbunga dapat memperkuat pertumbuhan uang Anda yang sedang bergerak. Sama seperti berinvestasi untuk memaksimalkan potensi penghasilan, bunga berbunga dapat membantu memaksimalkan keuntungan Anda terutama dalam menyambut masa tua.

Jadi semangat berinvestasi, kan? Yuk, mulai dari sekarang!

Dirangkum dari:
investopedia.com & protekita.com

Share this Post