Bisnis

Ingin Bisnis Berkembang Pesat? Percepat Arus Kas Masuk Anda dengan Strategi Berikut Ini

visibility 4096

Mengapa, sih, cash inflow perlu diakselerasi?

Makin cepat Anda menerima kas, makin cepat pula Anda bisa menggunakannya untuk berbagai keperluan operasional. Sebagai pengusaha, tentunya Anda ingin menerima pembayaran secepat mungkin dari pelanggan, namun ingat pula bahwa bagi pelanggan, mereka ingin menunda pembayaran selama mungkin.  Tujuan Anda dan pelanggan tersebut sama, yaitu mempertahankan cash flow bisnis masing-masing. Namun, karena cara yang digunakan berbeda, Anda harus mengatur strategi  dan merencanakan tindakan yang dapat mencegah molornya pembayaran. Artikel ini akan membantu Anda mengakselerasi cash inflow dari sebelum terjadi transaksi hingga setelah jatuh tempo.

1: Mulai dari sebelum transaksi terjadi
Cash inflow tidak akan muncul tanpa transaksi penjualan antara Anda dan pelanggan, namun bukan berarti tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengakselerasi cash inflow Anda di masa-masa dini ini. Sebaliknya, jika dari awal Anda tidak membuat strategi akselerasi cash inflow, transaksi yang terjadi bisa jadi tak dibayar di kemudian hari. 

Mulailah dengan memikirkan masak-masak keputusan Anda dalam memberikan kredit pada pelanggan. Apakah semua orang yang membeli produk Anda dapat berutang atau hanya setelah mereka melakukan beberapa kali transaksi? Apakah pelanggan dapat berutang berapa pun nilai transaksinya atau ada minimalnya? Periksa kreditabilitas setiap pelanggan Anda dan putuskan dengan bijaksana apakah pelanggan ini dapat membayar utangnya di kemudian hari atau tidak. Lebih baik berhati-hati sekarang daripada cash flow Anda terhambat di kemudian hari. 

2: Lanjutkan dengan layanan setelah transaksi
Kecepatan pembayaran tagihan tidak sepenuhnya ada di tangan pelanggan. Anda juga bisa mempercepat maupun memperlambat pembayaran untuk Anda sendiri dengan menunda produksi barang pesanan, pengepakan, pengiriman, dan pengiriman barang.  Pembayaran tidak mungkin terjadi jika barang belum diterima pelanggan. Jadi, begitu terjadi kesepakatan, penuhi pesanan pelanggan Anda sesegera mungkin untuk mempercepat proses menuju pembayaran. 

Pelanggan juga tidak akan membayar Anda sebelum invoice datang. Begitu barang yang dipesan telah sampai ke tangan pelanggan, secara disiplin kirimkan invoice dalam kurun waktu 24 jam.  Pastikan seluruh informasi yang diperlukan dalam invoice sudah tertera dengan lengkap dan akurat untuk menghindari adanya pertanyaan pelanggan dan revisi yang akan memakan waktu.

Setelah invoice dikirimkan Anda tinggal menunggu pembayaran, namun Anda harus tetap waspada. Sehari atau dua hari sebelum jatuh tempo, jika pembayaran belum dilakukan, ingatkan pelanggan Anda. Jika setelah jatuh tempo pembayaran belum juga dilakukan, terus berikan reminder secara rutin. Reminder yang efektif dilakukan secara verbal daripada tertulis, misalnya dengan telepon.

3: Bagaimana jika masih ada invoice yang telat bayar?
Pembayaran yang terlambat merupakan penyebab nomor satu terjadinya masalah dengan cash inflow perusahaan. Survey dari Institute of Credit Management (ICM), Credit Management Research Center (CMCR), dan Credit Scorer (2008) menyebutkan bahwa di Inggris, rata-rata perusahaan membayar tagihannya dalam waktu 44 hari, dibandingkan dengan payment term invoice paling umum yaitu 30 hari. Penelitian di Australia oleh Dun & Bradstreet (2008) menunjukkan hasil serupa, dimana rata-rata pembayaran diselesaikan dalam waktu 55,8 hari. Keterlambatan pembayaran merupakan masalah global bagi pengusaha, tak terkecuali di Indonesia. 

Dengan statistik tersebut, kredit macet dari pelanggan yang tidak bisa membayar masih bisa terjadi pada Anda bahkan setelah mengikuti seluruh langkah yang tadi diberitahukan. Pertimbangkan untuk melakukan beberapa langkah ekstra sebagai berikut:

Pada akhirnya, bisa disimpulkan bahwa cash inflow Anda mempengaruhi cash flow yang akhirnya mempengaruhi bagaimana perusahaan beroperasi. Sudahkah Anda melakukan usaha untuk mengakselerasi cash inflow perusahaan?

Share this Post