Menabung

Tetap Bisa Menabung dengan Gaji UMR, Ini 5 Strateginya

visibility 355

Menabung itu memang tidak gampang, namun bukan berarti tidak mungkin. Hanya butuh kemauan dari masing-masing individu untuk mengupayakannya. Untuk menabung, tidak harus punya penghasilan yang besar dulu, kok. Tetap bisa dilakukan meski dengan gaji upah minimum regional (UMR).

Kita ambil contoh gaji UMR di DKI Jakarta sebesar Rp 3,6 juta. Anda bisa membuat anggaran dengan pembagian 40% untuk kebutuhan pokok sehari-hari, 30% untuk tagihan dan utang, 20% untuk tabungan atau investasi, dan 10% untuk sedekah biar rezeki lancar terus. Bila pembagian tersebut berhasil Anda terapkan, berarti Anda mampu menyisihkan tabungan sebesar Rp 720 ribu setiap bulannya. Dalam setahun, total tabungan Anda sudah lebih dari Rp 8 juta. Siapa yang tidak mau?

Di sini Investree punya 5 (lima) strategi yang dapat Anda terapkan supaya sukses menabung dengan gaji UMR. Mari simak!

Potong lagi anggaran Andakeua

Ketika Anda setiap bulan sudah membagi pengeluaran ke dalam beberapa kategori, coba cek kembali mana anggaran dari masing-masing kategori yang masih bisa ditekan. Seperti, mulai memikirkan untuk memotong anggaran berlangganan TV kabel, keanggotaan gym dan menggantinya dengan olahraga tanpa bujet. Atau mulai memilih belanja bulanan di pasar atau toko grosir dan pastikan hanya membeli apa yang dibutuhkan. Kurangi makan di luar dengan masak sendiri di rumah. Bila terpaksa harus makan siang di luar terus, pastikan Anda memiliki anggaran. Tentukan bujet maksimal untuk makan sehari, misalkan Rp 30 ribu per hari.

Lalu jika anggaran hiburan setiap bulan masih bisa dihemat, jangan ragu untuk melakukannya. Anda dapat mengganti pengeluaran nonton film di bioskop dengan membeli DVD dan menontonnya di rumah. Atau bagi yang hobi foto-foto, Anda bisa mencari tempat gratis dengan pemandangan ciamik tanpa harus sedikit-sedikit masuk kafe dan mall. Buat yang suka sekali fashion dan make up, mulailah mencintai merek lokal yang harganya jauh lebih murah. Tidak harus bermerek mahal, asalkan cocok dan nyaman digunakan.

Cerdik mengatur pengeluaran bulanan

Bila anggaran terbesar adalah untuk tempat tinggal, apa Anda bisa menemukan tempat tinggal yang lebih murah tapi tetap bagus? Bisa. Pilihlah tempat tinggal yang tidak berada di tengah kota, harganya jauh lebih murah. Bila jauh dari kantor, Anda bisa memanfaatkan moda transportasi umum yang anggarannya masih lebih murah dari anggaran cicilan mobil dan bensin satu bulan.

Anggaran besar lainnya adalah untuk kebutuhan pangan. Masak sendiri di rumah sangat membantu Anda mengurangi pengeluaran. Pintar-pintar memilih tempat belanja, tidak harus juga makan daging setiap hari karena Anda bisa menggantinya dengan telur dan sayur-sayuran yang tidak kalah sehat. Barang-barang yang bisa bertahan lama lebih baik dibeli secara grosir (dalam jumlah banyak) sekaligus untuk satu bulan di toko grosir. Itu akan lebih murah,ketimbang Anda membelinya secara eceran di mini market.

Manfaatkan penawaran online

Saat akhir minggu tiba, Anda pasti ingin sedikit bersenang-senang. Agar pengeluaran tidak berlebih, jangan ragu memanfaatkan penawaran cash back atau voucher diskon yang banyak ditawarkan secara online. Beragam pilihan produk e-wallet yang telah bekerja sama dengan berbagai merchant terkenal bisa kamu gunakan. Promo cash back juga bisa didapatkan dengan mudah ketika Anda makan di tempat makan favorit, belanja barang-barang kebutuhan, dan lain sebagainya. Jadi pengeluaran Anda tetap irit.

Triknya, lakukan top up pada e-wallet Anda sesuai kebutuhan saja. Karena itu Anda wajib memiliki rencana dan anggaran. Misalkan sudah merencanakan mau makan di mana, belanja apa, dan berapa bujetnya. Ketika sudah melebihi anggaran, berhentilah melakukan pembelian agar Anda tidak keluar dari jalur.

Telisik lagi pola gaya hidup Anda

Coba tanyakan ke diri Anda, apakah Anda sudah memiliki gaya hidup yang sesuai dengan pendapatan? Jangan memaksakan diri bila itu di luar kemampuan Anda. Memang, saat ini godaan untuk berbuat konsumtif lebih besar, hanya saja hal tersebut justru menuntut Anda untuk bekerja lebih giat lagi agar penghasilan bertambah. Anda bisa mencari pekerjaan sampingan untuk menambah pendapatan. Banyak yang bisa Anda lakukan asal mau berusaha dan kerja keras. Rezeki tidak bisa datang begitu saja tanpa diupayakan. Namun, satu hal yang perlu diingat, sesuaikan gaya hidup yang Anda terapkan dengan pendapatan yang berhasil diperoleh. Jangan menutup mata dan terus memaksakan kehendak. Lama-lama Anda yang nanti keteteran sendiri, lho!

Syukuri berapa pun gaji yang Anda terima setiap bulan. Kalau Anda tidak bisa bersyukur, pasti rasanya akan kurang terus. Selain itu, juga harus pintar-pintar mengatur keuangan, jangan sampai dibiarkan lolos. Supaya Anda tetap bisa punya tabungan tidak peduli berapa pun gaji Anda setiap bulan. Bukan berarti seseorang dengan gaji yang lebih besar jadi lebih mudah menabung. Seperti hukum alam yang berlaku, semakin besar pendapatan seseorang, semakin besar pula pengeluarannya. Terlebih bila seseorang tersebut tidak bisa mengatur keuangan. Kembali lagi, permasalahan ada di pribadinya. Mau atau tidak mengatur keuangannya sendiri dengan baik?

Referensi:
Miriam Caldwell. 15 Januari 2019. 7 Ways to Save Money on a Tight Budget. The Balance: http://bit.ly/2Fu5sGV
Walter P. 28 Februari 2019. Punya Gaji UMR? Ikuti 5 Tips Nabung Ini Demi Keuangan Masa Depan. GEN20: http://bit.ly/2IBRvsC

Share this Post