Investasi

SBR006: Cara Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia Jadi Lebih Baik

visibility 496

Pada awal April 2019 ini, pemerintah membuka lagi penawaran Surat Utang Negara (SUN) dalam bentuk Savings Bond Ritel SBR006. SBR pertama kali diperkenalkan ke publik dengan seri SBR001 pada tahun 2014. Lima tahun berselang, sudah ada empat seri SBR lagi yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Terakhir pada awal 2019 kemarin, Pemerintah mengeluarkan SBR005. Kini, sedang berlangsung masa penawaran SBR006 hingga 16 April 2019.

Meski SBR006 nilai kuponnya berada di bawah SBR005, namun manfaat yang akan diterima investor akan tetap sama. SBR006 memiliki besar kupon minimal 7,95% dengan jangka waktu dua tahun. SBR006 bisa mulai dipesan pada tanggal 1 April 2019 pukul 9.00 WIB sampai dengan tanggal 16 April 2019 pukul 10.00 WIB. Dan, waktu jatuh temponya adalah tanggal 10 April 2021.

Kelebihan yang bisa Anda dapatkan dengan ikut berinvestasi di SBR006 adalah:

Mengacu pada APBN 2019, sektor pendidikan mendapat jatah anggaran sebesar Rp 152,7 triliun atau sebanyak 20% dari nilai APBN keseluruhan. Lalu, apa saja fokus pemerintah untuk pembangunan sektor pendidikan di tahun 2019? Investree mengulasnya lebih lanjut. Mari simak!

Peningkatan kualitas

Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas guru melalui sertifikasi dan redistribusi guru antardaerah. Pada tahun 2018, pemerintah telah memberi Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada 1,5 juta guru di Indonesia. TPG merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru bersertifikasi sebagai penghargaan atas kinerjanya mendidik putra putri bangsa. TPG berguna untuk memacu peningkatan kualitas guru di Indonesia menjadi lebih baik sebagai pengajar. Nantinya, TPG bisa dimanfaatkan sebagai bantuan dana pendidikan bagi guru tersebut yang ingin melanjutkan tingkat pendidikannya. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan efektivitas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berdasarkan kinerja per daerah. Tercatat pada tahun 2018, telah ada sebanyak 56,2 juta jiwa penerima dana BOS di Indonesia.

Perbaikan akses

Hadir program Indonesia Pintar yang telah diikuti oleh 19-20 juta siswa per tahunnya. SBR006 juga akan digunakan untuk mendanai program ini diikuti oleh peningkatan ketepatan sasaran serta percepatan pembangunan sarana dan prasarana sekolah dan universitas. Tercatat pada tahun 2018, sudah ada sebanyak 58,3 ribu ruang kelas yang dibangun atau direhab. Memperluas program beasiswa Bidik Misi dan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tahun lalu, sudah ada 401,7 ribu mahasiswa penerima beasiswa bidik misi dan di tahun 2019 jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 471,8 ribu mahasiswa. Sedangkan untuk penerima beasiswa LPDP, tahun lalu sudah ada sebanyak 5 ribu siswa yang menerima dan akan dinaikkan jumlahnya menjadi 6 ribu di tahun 2019 ini. Penguatan beasiswa LPDP dilakukan dalam bentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) selaku pengelola dana abadi pendidikan.

Penguatan sinergi

Sinergi dilakukan untuk pelaksanaan pemenuhan anggaran pendidikan oleh Pemerintah Daerah. Selain itu, juga untuk menguatkan sinergi antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri siap kerja. Memastikan bahwa mahasiswa yang lulus dari sekolah vokasi benar-benar siap untuk langsung bekerja di bidang industrinya masing-masing. 

Secara khusus, memaksimalkan pendidikan vokasi

Lalu, bagaimana cara agar pendidikan vokasi di Indonesia mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja?

Jawabannya, pemerintah terus berupaya menjalankan kebijakan penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan teknologi, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sekolah vokasi, memberikan beasiswa untuk pendidikan vokasi melalui LPDP, membuat regulasi agar sistem dan mekanisme pembelajaran sekolah vokasi tetap sesuai dengan standar nasional pendidikan (SNP), dan tidak lupa untuk terus melibatkan dunia usaha dan industri dalam kegiatan pendidikan di sekolah vokasi.

Pemerintah juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 16,8 triliun untuk pengembangan sekolah vokasi di tahun 2019 melalui kerja sama dengan kementerian terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan yang memberi pelatihan ke 235 ribu tenaga kerja serta meningkatkan kompetensi sebanyak 6.711 instruktur/tenaga pelatih pendidikan vokasi. Selain itu, ada Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi yang bertanggung jawab merevitalisasi 12 politeknik di Indonesia, memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 3.000 mahasiswa, serta memiliki target sebanyak 127,8 ribu mahasiswa yang akan mendapatkanpendidikan vokasi.

Bayangkan, betapa bermanfaatnya dana investasi yang Anda salurkan melalui SBR006. Negara selalu berambisi untuk meningkatkan kualitas sumber daya penduduknya agar siap menghadapi perkembangan zaman. Karena kunci utama majunya suatu bangsa tergantung pada kualitas sumber daya manusianya.

Transaksi pemesanan SBR006 akan dilakukan secara online melalui e-SBN yang akan disediakan oleh Mitra Distribusi Penjualan terpilih. Investree sebagai salah satunya bisa menjadi pilihan Anda, apalagi ada bonus cash back hingga 1% atau maksimal Rp 30 juta (syarat dan ketentuan berlaku). Jangan sampai terlewat, segera dapatkan hanya dengan membelinya di sini!

Kapan lagi bisa begini? Kita sebagai warga negara bisa ikut berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa demi pembangunan negeri, lho! Sekarang saatnya, kami tunggu investasi SBR006 Anda di Investree.

Referensi:
Buku Informasi APBN 2019 Kementerian Keuangan

Share this Post