How-to

Cara Mengatur Keuangan Saat Baru Resign dari Tempat Kerja

visibility 1182

Ketika kondisi di tempat kerja sudah mulai tak kondusif, terkadang memaksa hati dan pikiran untuk lari dari kondisi tersebut. Memang sebuah keputusan berat untuk memutuskan resign dari tempat kerja. Karena ketakutan menjadi pengangguran dan takut tidak bisa segera mendapat pekerjaan baru. Tapi ada juga sebagian dari Anda yang memutuskan resign untuk memulai kehidupan baru. Misal, bosan menjadi pegawai dan ingin membuka usaha sendiri. Atau memutuskan menjadi pekerja lepasan yang memiliki jam kerja fleksibel. Ada juga yang terkena PHK oleh tempat kerjanya karena ada pengurangan pegawai.

Jelas saat menjadi pengangguran Anda tidak lagi memperoleh pemasukan rutin setiap bulan. Namun jangan buru-buru stres karena badai pasti berlalu. Cobalah untuk tetap semangat, jangan minder, dan ambil banyak pelajaran dari momen ini. Pengalaman yang sudah dimiliki, bahkan mungkin keahlian Anda di bidang tertentu bisa menjadi nilai jual yang positif untuk mendapatkan pekerjaan baru. Asal tetap percaya diri dan yakin pada kemampuan yang Anda miliki.

Lalu bicara soal finansial, bagaimana mengatur keuangan saat sedang berada dalam kondisi seperti ini? No worries, Investree punya solusinya. Ingin tahu bagaimana caranya? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Manfaatkan tunjangan dan gaji terakhir dengan bijak

Bila Anda sebelum resign masih mendapatkan gaji terakhir, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Tapi kalau misal Anda menganggur karena kesalahan dari perusahaan biasanya Anda akan mendapatkan tunjangan PHK. Nah, tunjangan ini bisa Anda atur dengan baik agar mampu mencukupi kebutuhan Anda hingga mendapatkan pekerjaan lagi. Jangan cepat dihabiskan di awal, karena Anda sendiri tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi nanti. Sehingga penting untuk menggunakannya dengan bijak.

Jangan hindari tagihan, coba diskusikan

Jika Anda memiliki tagihan internet, telepon, listrik, TV kabel, atau kartu kredit, di saat seperti ini jangan bingung. Jangan pernah punya niat untuk tidak membayarnya karena ujung-ujungnya Anda juga yang akan rugi. Berusahalah untuk menghubungi atau mendatangi pihak pengelola untuk berdiskusi seputar kondisi Anda saat ini. Mereka akan menghargai niat baik Anda. Dan tidak jarang perusahaan pengelola akan memberi keringanan. Bisa dalam bentuk diskon atau akumulasi pembayaran saat Anda sudah mendapatkan pekerjaan kembali. Berlaku juga untuk tagihan kartu kredit. Minta kepada pihak bank untuk menurunkan limit pembayaran minimal dan mengecilkan bunga kartu kredit. Kebanyakan pihak bank terpercaya akan mau mengerti kondisi ini dan membantu Anda.

Jalani pola hidup hemat

Ketika Anda tidak lagi mendapat pemasukan tetap setiap bulannya, tentu Anda harus mengubah pola hidup, termasuk cara menghadapi pengeluaran. Bila Anda sudah terbiasa menjalankan pola hidup hemat, tentu ini bukan hal yang baru lagi. Usahakan untuk selalu mencatat pengeluaran selama Anda menganggur. Tujuannya agar lebih mudah mengatur pola pengeluaran, apakah sudah termasuk hemat atau belum. Tahan dulu kebutuhan yang tidak perlu dan tidak begitu urgent. Dahulukan kebutuhan sehari-hari agar bisa tercukupi dan kebutuhan tambahan untuk mencari pekerjaan baru.

Terpenting: jangan berutang!

Ada baiknya sebelum memutuskan resign dan menjadi pengangguran, Anda telah mempersiapkannya terlebih dahulu. Itu mengapa penting ketika masih aktif bekerja, selalu siapkan dana darurat. Tujuannya untuk meng-cover kebutuhan yang tidak terduga semacam ini. Dianjurkan untuk persiapkan dana cadangan sebesar 6 kali pengeluaran bulanan. Sehingga Anda sudah memiliki cadangan uang untuk menghidupi Anda selama paling lama 6 bulan. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi berutang. Utang hanya akan menambah rumit kondisi finansial Anda. Bisa-bisa ketika sudah mendapatkan pekerjaan baru, gaji baru hanya akan habis untuk membayar utang beserta bunga-bunganya.

Tetapkan batas waktu untuk mencari pekerjaan baru

Nah, yang ini juga tidak kalah penting. Anda wajib punya deadline kapan harus sudah mendapatkan pekerjaan atau sumber penghasilan baru. Jangan biarkan seperti air mengalir karena tidak akan membuat Anda terpacu. Semakin Anda santai, semakin banyak kerugian yang mungkin didapat. Dengan punya batas waktu, Anda punya tujuan dan akan diburu-buru untuk mencapainya.

Rencanakan langkah Anda selanjutnya

Menjadi pengangguran jangan sampai membuat Anda stuck di tengah jalan. Percaya pada diri sendiri dan rencanakan langkah Anda ke depan. Coba semua jalan yang memiliki prospek dan Anda punya keahlian untuk melakukannya. Misal, coba buka bisnis sendiri siapa tahu Anda lebih cocok menjadi entrepreneur. Atau cari kerja sampingan seperti paruh waktu atau freelance yang juga menghasilkan. Kalau Anda bisa bekerja dengan baik, cepat, dan profesional, Anda bisa mendapatkan banyak projek sekaligus. Hasil pendapatannya juga lumayan, kok!

Jika kondisi seperti ini terjadi pada Anda, jangan lupa untuk terapkan beberapa cara di atas. Intinya, jangan sesali apa yang telah terjadi. Semua keputusan yang telah diambil harus menjadi keputusan terbaik yang tidak akan mungkin Anda sesali. Anda hanya harus move on dan cari masa depan yang lebih baik. Dan untuk mendukungnya, Anda harus punya pengelolaan keuangan yang baik. Supaya tidak stres dan menghambat Anda untuk maju.

Referensi:
Jackie Lam. 5 Desember 2018. Newly Unemployed? How to Get Your Money Situation in Order. Mint.com: https://bit.ly/2Fsqur6
Deden. 21 Mei 2016. Trik Cerdas Mengatur Keuangan Saat Resign Dari Tempat Kerja. Job-like.com: https://bit.ly/2VTGxDe
Michael Agustinus. 7 November 2018. Tips Persiapan Keuangan Buat Pegawai yang Mau Resign. Kumparan.com: https://bit.ly/2RLYPqW

Share this Post