How-to

Awas! 5 Gejala Kecanduan Kartu Kredit dan Pertolongan Pertamanya

visibility 2570

Kepraktisan kartu kredit memang tidak bisa dipungkiri. Hanya dengan membawa sekeping kartu di dompet, Anda bisa melakukan transaksi hingga jutaan rupiah tergantung pada limit kartu Anda. Bahkan tak perlu lama-lama menghitung uang di kasir, tinggal "slide and go" saja. Eits, tapi kepraktisannya bisa juga membuat kita terlena jika tidak bijakasana memakainya. Tahu-tahu tagihan membengkak di akhir bulan, membuat kelabakan. Tapi, tetap saja Anda tidak bisa berhenti menggunakan kartu kredit di setiap transaksi. Mungkinkah Anda kecanduan kartu kredit? Simak beberapa gejala umumnya!

“Saya tidak punya masalah dengan kartu kredit.”
Tagihan kartu kredit Anda datang. Saat melihatnya, Anda merasa pusing dan angka itu mengganjal perasaan Anda. Tapi, Anda terus-menerus mengatakan pada diri sendiri bahwa pengeluaran Anda tidak berlebihan. Anda sedang menolak mengakui masalah kartu kredit Anda.

“Kartu kredit saya hilang! Saya tidak semangat hidup....”
Ketika sadar kartu kredit Anda hilang, Anda langsung menelepon bank dan mengurus penggantiannya. Namun setelahnya, alih-alih menjalani hidup seperti biasa Anda malah merasa lemas dan tidak bersemangat – sampai kartu kredit baru Anda sampai di tangan lagi.

“Saya punya 3. Bukan, 4. Eh, 5 kartu kredit!”
Coba hitung berapa kartu kredit yang Anda punya. Karena semua kartu kredit fungsinya sama, sebenarnya punya satu buah saja sudah cukup. Tapi entah kenapa Anda selalu mengajukan permintaan kartu kredit baru. Anda selalu tertarik pada benefit yang ditawarkan kartu lain yang tidak ada di kartu lama Anda.

“Bunga cicilan tidak masalah, yang penting gesek sekarang.”
Anda tahu bahwa membeli dengan kartu kredit berarti membayar harga asli ditambah bunga. Anda juga tahu bahwa bunga kartu kredit termasuk bunga yang tinggi. Tapi tetap saja, Anda tidak berpikir dua kali untuk menggesek kartu Anda.

“Saya harus beli barang ini pakai kartu kredit – discount time!”
Anda berada di kasir dan akan membayar belanjaan. Anda sudah membawa uang tunai yang cukup. Tapi tunggu dulu, jika bayar dengan kartu kredit Anda dapat diskon! Anda pun langsung mengeluarkan kartu kredit Anda sebelum sempat berpikir apakah diskonnya sebanding dengan bunganya.

Jika Anda merasa pernah mengalami situasi tersebut, mungkin Anda terkena gejala kecanduan kartu kredit! Namun, gejala tersebut masih bisa ditangani sebelum menjadi penyakit betulan. Simak tips pertolongan pertama di bawah.

  1. Akui masalah Anda
    Jika Anda merasakan gejala nomor 1, maka langkah pertama adalah mengakui masalah Anda. Lihat tagihan kartu kredit Anda dan jika angkanya mengganggu Anda, jangan diabaikan. Ingat, masalah tidak akan hilang hanya karena Anda tidak mengakuinya.
  2. Cermati situasinya
    Pikirkan kembali, berapa kartu kredit yang Anda punya? Untuk apa saja pemakaian kartu kredit Anda? Bisakah digantikan dengan alternatif pembayaran yang lain? Jika punya lebih dari satu kartu kredit, sisakan satu yang paling sering Anda gunakan. Setelah tinggal satu kartu kredit, pilih transaksi mana yang boleh pakai kartu kredit dan yang sebaiknya dihindari.
  3. Tutup kartu kredit Anda
    Dengan menutup kartu kredit yang tidak diperlukan, Anda bisa merasakan closure yang membuat Anda mantap dengan pilihan yang diambil. Selain itu, dengan menutup kartu kredit berarti tidak ada jalan untuk kembali lagi. 
  4. Pakai dengan bijak
    Kini, setiap Anda akan bertransaksi dengan kartu kredit, pikir lagi. Apakah barang ini bisa dibayar tunai? Apakah setelah ditambah bunga cicilannya harga barang ini masih affordable? Apa ada metode pembayaran lain yang lebih murah? Apa saya memakai kartu kredit karena perlu atau hanya mengincar benefitnya? Jika karena benefit, apakah betul benefitnya lebih tinggi dari bunganya?
  5. Kuatkan mental Anda
    Berpisah dengan seluruh (paling tidak sebagian) kartu kredit Anda pasti terasa berat. Saat Anda merasa tak bersemangat, ingat bahwa tagihan Anda di akhir bulan akan berkurang. Ingat juga bahwa sekarang Anda tak perlu lagi membayar bunga tinggi untuk cicilan belanjaan Anda.

Semoga lima pertolongan pertama di atas dapat membantu dalam mencegah gejala, atau bahkan mengobati kecanduan kartu kredit Anda. Mungkin awalnya terasa berat untuk tidak sering-sering menggunakan kartu kredit, tapi lama-lama Anda akan terbiasa. Jika sudah tidak tergantung pada kartu kredit, Anda bisa mengeksplor berbagai alternatif pembayaran barang konsumsi Anda yang sama praktisnya. Mulai dari yang lebih sederhana seperti kartu debit, hingga yang lebih canggih seperti peer-to-peer lending. Penasaran dengan konsepnya? Simak cara kerja peer-to-peer lending di sini.

Semoga berhasil!

Share this Post