Cerita Kami

Pionir peer-to-peer lending marketplace di Indonesia. Saatnya mengenal kami lebih jauh!

 

Apa itu Investree?

Investree adalah perusahaan teknologi finansial di Indonesia dengan sebuah misi sederhana: sebagai online marketplace yang mempertemukan orang yang memiliki kebutuhan pendanaan dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya. Tak hanya meningkatkan perolehan Lender, kami juga membuat pinjaman menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses bagi Borrower.

Kami mendigitalisasi inklusi finansial.

Indonesia memiliki pasar yang besar namun akses terhadap pembiayaannya terbatas.
Kenapa tidak menawarkan sesuatu yang berbeda?

Raih Tujuan Finansial Secara Lebih Cerdas

Indonesia adalah bangsa yang besar; sebuah negara dengan potensi ekonomi yang menjanjikan, didukung dengan banyaknya jumlah penduduk usia produktif. Sayangnya, inklusi finansial di Tanah Air belum berjalan secara efektif akibat disintermediasi keuangan. Masih banyak individu dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam memperoleh akses keuangan, utamanya dari segi informasi dan regulasi.

Menjawab permasalahan tersebut, Investree mengembangkan layanan finansial di Indonesia secara lebih cerdas. Dengan menghubungkan Lender yang ingin membantu memberikan pinjaman dan Borrower yang ingin memperoleh pinjaman secara online, kami menjadikan aktivitas pinjam meminjam lebih mudah diakses bagi keduanya. Tak berhenti sampai di situ, kami pun menawarkan return yang menarik bagi Lender dan pinjaman berbunga kompetitif bagi Borrower.

Sebagai perusahaan pionir, kami menanamkan dan menguatkan prinsip kerja berdasarkan nilai-nilai integritas, inovasi, dan profesionalisme agar dapat memberikan manfaat kepada para stakeholder di bawah bendera sharing economy—sebuah sistem sosial-ekonomi yang menjadikan sumber daya pribadi sebagai peluang untuk berbagi. Dengan memberikan dan mengajukan pinjaman melalui Investree, Anda dapat saling membantu meraih tujuan finansial sekaligus bersama-sama memberdayakan perekonomian masyarakat Indonesia.

Salam,


Darimana Kami Memperoleh Keuntungan?

Sejalan dengan misi Investree yang terbuka, aman, dan mudah, kami merasa tidak ada yang perlu disembunyikan termasuk tentang keuntungan perusahaan. Dalam prosesnya, kami membebankan Borrower dengan biaya pinjaman yang rendah dan transparan sehingga dapat diperoleh bunga yang kompetitif. Selain itu, kami juga tidak membebankan biaya apapun kepada Lender yang meminjamkan dananya.

Biaya untuk Borrower berasal dari tingkat perbedaan yang rendah antara jumlah yang dibayarkan oleh Borrower dan jumlah keuntungan Lender, disebut dengan origination fee. Biaya tersebut sudah termasuk dalam tingkat bunga yang didapat oleh Borrower sehingga bebas pungutan tersembunyi.

 

Sapa Tim Kami

Inilah tim profesional yang berada di balik layar Investree, siap membantu mempertemukan Borrower dan Lender dalam kerja sama marketplace lending yang menguntungkan.

 

Advisor Team


Muliaman Darmansyah Hadad adalah Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Saat ini, beliau menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Swiss merangkap Liechtenstein. Selain menjalankan tugas kedinasannya, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi profesi, seperti di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Indonesian Risk Professionals Association (IRPA), dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Ketua Umun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) selama 3 (tiga) periode sejak tahun 2008 hingga 2017. Kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Beliau telah resmi bergabung sebagai Senior Advisor Investree. Dengan pengetahuan mendalam dan pengalaman matang di dunia ekonomi dan keuangan selama puluhan tahun, beliau akan berbagi nasihat tentang strategi bisnis terutama yang berkaitan dengan regulasi dan ekspansi usaha di Investree.

AH Azharuddin Lathif saat ini menjabat sebagai Direktur Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Institute, Konsultan di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Arbiter di Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) MUI. Beliau juga merupakan Mantan Sekretaris Bidang Pasar Modal di Badan Pengurus Harian (BPH) DSN-MUI periode 2015 – 2017. Menempuh pendidikan S1 hingga S3 di bidang yang berkaitan dengan hukum, ekonomi, dan syariah, beliau kini mendedikasikan waktu dan tenaganya dalam bekerja untuk mengembangkan konsep syariah di Indonesia.

Beliau telah resmi bergabung sebagai Technical Advisor Sharia Business Investree yang ditunjuk oleh DSN-MUI berdasarkan Surat Rekomendasi Penunjukkan Tim Ahli Syariah Nomor U-492/DSN-MUI/VIII/2017. Sebagai Tim Ahli Syariah di Investree, AH Azharuddin Lathif memberikan masukan dan membantu Investree Syariah dalam menjalankan bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah.

Muhammad Suaidy saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Tenaga Ahli Anggota DPR RI – Komisi IV, Direktur Eksekutif & Wakil Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI). Menyelesaikan Pendidikan S2 Jurusan Manajemen di IPWI dan memiliki latar belakang sebagai pengusaha yang telah berpengalaman dalam berbagai jenis industri khususnya syariah, Suaidy juga merupakan seorang penulis yang telah menerbitkan beberapa buku.
Suaidy resmi bergabung sebagai Technical Advisor Sharia Business Investree yang ditunjuk oleh DSN-MUI berdasarkan Surat Rekomendasi Penunjukkan Tim Ahli Syariah Nomor U-088/DSN-MUI/I/2019. Sebagai Tim Ahli Syariah di Investree, bersama dengan AH Azharuddin Lathif, Suaidy akan memberikan masukan dan membantu Investree Syariah dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah.

 

Board of Commisioners


Merampungkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (S1) dan University of Buffalo School of Management, The State University of New York (S2), Eri menjadi seorang senior keuangan dengan pengalaman selama 24 tahun di industri perbankan investasi dan ekuitas swasta. Ia pernah menjadi Country Manager/Executive Director di Natixis, Partner di Saratoga Investama Sedaya, dan Senior Advisor untuk SGD 300 Million South East Asia PE Fund dengan Dymon Asia Capital (Singapura) yang berfokus pada investasi UKM di Indonesia. Kini menjabat sebagai Managing Partner di Kejora Ventures yang juga merupakan salah satu investor Seri A dan Seri B Investree.

Sebagai sosok yang optimis terhadap perkembangan ekonomi, Eri merasa fintech-marketplace lending memiliki prospek yang gemilang di Indonesia dan Asia Tenggara. Terlebih dalam memberikan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan nyaman bagi UKM dan masyarakat luas. Dengan membawa segudang pengalaman profesionalnya, Eri bergabung di Investree untuk mewujudkan hal tersebut termasuk finansial yang inklusif.

Profesional perbankan yang bergelar International Baccalaureate dari United World College of the Atlantic, Wales, United Kingdom, Master of Science in Economics dari Erasmus Universiteit Rotterdam, the Netherlands, serta Master in Business Research dan Doctor in Business Administration dari The University of Western Australia Business School ini, sudah tak perlu diragukan lagi jam terbang dan pengalamannya. Sejak tahun 1994, Amir telah menjabat sejumlah posisi krusial di berbagai perusahaan global terkemuka seperti British Gas PLC, Bakrie Finance Corporation, AAA Securities, Deutsche Bank AG, Nomura Singapore Ltd, hingga yang terakhir sebagai Head of Indonesia – Wealth Management di Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapore.

Memiliki jiwa sosial yang tinggi, Amir bercita-cita mewujudkan sesuatu yang dapat membantu masyarakat luas untuk berkembang dari segi ekonomi. Ia pun memanfaatkan latar belakang pendidikan dan pekerjaannya untuk menggali potensi usaha yang bisa memajukan individu dan UKM, hingga akhirnya terbentuklah Investree sebagai pionir platform pinjam meminjam secara gotong royong di Indonesia.

 

Board of Directors


Mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan S2 di Rotterdam School of Management Erasmus University, Adrian memulai kariernya sebagai Management Trainee di Citibank, mengelola Islamic Finance di Standard Chartered, Saadiq, Dubai, UEA, mengepalai Bagian Syariah di Bank Permata, hingga menjadi Managing Director – Retail Banking di Bank Muamalat. Selama 20 tahun menggeluti dunia perbankan lokal dan internasional, Adrian banyak disibukkan dengan membangun model bisnis perusahaan perbankan meliputi jaringan konvensional di bidang syariah dan SME platform, keuangan mikro, dan e-banking di bidang ritel.

Pengalamannya bekerja di berbagai institusi finansial terkemuka membuat Adrian melihat secara langsung banyaknya masyarakat Indonesia yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh akses pembiayaan. Berangkat dari hal tersebut, Adrian mengimplementasikan sebuah ide untuk membangun wadah digital yang menghubungkan Borrower dan Lender yaitu Investree.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di University of Michigan, Ann Arbor, Dickie memulai kariernya sebagai Database Administrator di California sebelum kembali ke Asia (Singapura) untuk menjadi Regional Content Manager di Lycos Asia. Di sana, Dickie bertanggung jawab untuk meluncurkan website Lycos Asia di Asia Tenggara. Dickie sempat menjadi Head of e-Channels di AstraWorld dan bertugas mengelola website seluruh pelanggan otomotif Astra Group, serta turut membangun sistem SMS premium di Telkomsel. Tak hanya terjun ke bagian operasional, Dickie juga pernah menjadi Technical Advisor di beberapa perusahaan besar, salah satunya Purple Analytics Asia Pte. Ltd. sebagai Head of Business Development (dahulu SPSS Indonesia).

Berkecimpung di dunia IT selama lebih dari 15 tahun membuat Dickie tertantang melakukan hal baru: mencari dan menentukan posisi teknologi dalam menjalankan bisnis. Mengandalkan keahliannya dalam menciptakan pasar dan memaksimalkan peran internet, Dickie masuk ke dalam jajaran direksi Investree untuk menjadikan aktivitas pembiayaan di Indonesia lebih canggih dan simpel.

Pria yang menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan S2 di MBA (Master of Business Administration) di IPMI Business School ini telah malang melintang di dunia perbankan sejak tahun 2002. Menaruh minat yang besar terhadap industri perbankan syariah dan teknologi finansial, Ade memulai kariernya di PermataBank sebagai Management Trainee hingga posisi terakhir sebagai Vice President – Head of Sharia Product Development. Kemudian berpindah ke Bank Muamalat sebagai Product Manager dan Bank Maybank Syariah Indonesia sebagai Product Specialist.

Sebelum menjadi Chief Operations Officer di Investree, Ade menduduki pos krusial di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah sebagai Senior Vice President – Head of Incubation Management. Ade melihat masih banyak masyarakat yang dianggap kurang layak untuk menikmati fasilitas dari bank atau unbankable. Padahal tak sedikit dari mereka yang memiliki model bisnis absah. Mengandalkan pengalamannya sebagai bankir dan ketertarikan yang besar terhadap teknologi, Ade bergabung dengan Investree dengan tekad mendukung program pemerintah tentang perwujudan inklusi finansial di Indonesia.

 

Management Team


Usai menuntaskan pendidikannya di Assumption University, Manila, Philippines, Amalia pertama bekerja secara profesional sebagai MIS Analyst di Citibank Indonesia, kemudian berpindah ke beberapa perusahaan ternama seperti John Clement Consultant Indonesia, HSBC, Maybank Indonesia, hingga yang terakhir Bank Danamon Indonesia sebagai Business Development Head – Self Employed Mass Market . Sebagai ‘orang risk’, Amalia menguasai hampir seluruh bidang terkait mulai dari credit risk, portfolio management & MIS, sampai dengan risk management. Sejak awal, Amalia tertarik dengan pengembangan produk pinjam meminjam yang dapat dihasilkan oleh perusahaan fintech dalam rangka memajukan UKM di Tanah Air. Mengandalkan pengalamannya di industri consumer, retail, dan micro selama lebih dari 12 tahun, Amalia menjadi bagian dari Tim Manajemen Investree untuk menguatkan produk dan layanan pinjaman dari aspek mitigasi risiko.

Memiliki pengalaman di dunia perbankan syariah selama lebih dari 10 tahun, Arief mengawali kariernya di Bank Muamalat sebagai Funding Account Manager hingga menjadi Team Leader of Syndication. Setelah itu, Arief yang juga merupakan pengajar Mata Kuliah Keuangan dan Perbankan Syariah di ABFII Perbanas ini berpindah ke Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Syariah sebagai Financing & Other Product Development Head. Menurutnya, ceruk pasar syariah di Indonesia masih sangat luas sehingga harus dimanfaatkan oleh industri fintech dan platform seperti Investree dalam rangka membantu mewujudkan inklusi keuangan yang riil. Berangkat dari hal itu, ia berpindah ke Investree dan menjadi Sharia Head untuk turut serta menumbuhkan perekonomian syariah Tanah Air ke arah yang lebih baik.

Lulusan S1 Manajemen Universitas Katolik Atma Jaya ini memiliki ketertarikan yang besar di bidang keuangan sekaligus membangun dan membina hubungan dengan orang lain. Tak heran jika sejak awal kariernya, Nova menempati posisi front desk di antaranya sebagai Account Officer SME di Bank Central Asia dan Relationship Manager - Commercial Banking di Standard Chartered Bank. Pertama kali bergabung di Investree sebagai Sr. Relationship Manager kemudian Partnership Manager, Nova kini menjabat Head of Online Marketplace Alliances yang banyak berhubungan dengan rekanan e-commerce. Di Investree, Nova melihat masa depan yang menjanjikan dengan melihat perkembangan digital dan teknologi finansial yang semakin melaju pesat.

Salman memulai kariernya di dunia perbankan sekitar 20 tahun lalu di Citibank Indonesia sebagai Relationship Manager, bertanggung jawab atas klien institusional seperti lembaga keuangan bank, perusahaan BUMN, dan perusahaan swasta nasional, hingga berhasil menjabat sebagai Senior Vice President. Keahlian di bidang korporasi dan investment banking ia peroleh dari pengalamannya bekerja di Credit Suisse dengan posisi terakhir sebagai Director di Investment Banking Department dan di UBS Investment Banking sebagai Executive Director. Mengandalkan pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, lulusan S1 Akuntansi Universitas Trisakti ini bergabung dengan Investree untuk memperluas cakupan bisnis sekaligus memaksimalkan fungsi marketplace lending bagi masyarakat.

Usai menamatkan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan S2 (Master of Business Administration in Finance) di University of San Francisco, Adria menapaki kariernya di dunia finansial dengan menjadi Business Analyst di Pacific Gas & Electric Co., San Francisco. Kembali ke Indonesia, ia menjabat sebagai Senior Manager – Business Development and Corporate Finance di Medco Group dan berpindah ke Vamesa Group sebagai Managing Director & CFO. Ketertarikannya terhadap industri fintech dan P2P lending yang kini sedang berada di atas angin membuat Adria bersemangat untuk menjadi bagian dari Investree, turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita inklusi finansial di Indonesia secara digital.

Fery mengawali kiprahnya di dunia perbankan sebagai Strategic Partnership Marketing Officer di HSBC Indonesia, menangani ritel, pinjaman personal, dan kartu kredit. Selama di sana, ia pernah menjuarai Sales Championship – Regional Consumer. Setelah itu, Fery menduduki posisi Sales Manager Bank at Work di Bank CIMB Niaga dan terakhir sebagai Senior Relationship Manager, Business Banking di Emirates Islamic Bank, Dubai, yang banyak berfokus pada konsep syariah. Bagi alumnus S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan S2 IPMI Business School ini, bergabung di Investree memberikan tantangan tersendiri untuk membuktikan bahwa marketplace lending merupakan alternatif brilian yang dapat membantu memajukan UKM di Indonesia.

Alumnus S1 Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti dan S2 Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia ini merintis kariernya di Indosat sebagai Marketing Communication hingga posisi terakhir sebagai Department Head of Digital Marketing. Setelah 10 tahun di dunia telekomunikasi, Vari akhirnya bergabung dengan Philips Indonesia sebagai Country Internet Manager. Wanita yang juga penulis artikel perjalanan dan dosen komunikasi paruh waktu ini berkenalan lebih intensif dengan dunia keuangan setelah bekerja di Citibank Indonesia sebagai Head of Marketing Communications untuk bisnis ritel perbankan, serta di MNC Bank sebagai Group Head Marketing Communications. Vari bergabung dengan Investree dengan visi ingin memasyarakatkan fintech dan marketplace lending agar lebih dikenal dan dapat dimanfaatkan secara luas.

Lulusan S1 Fakultas Ilmu Komputer Bina Nusantara ini menaruh minat yang besar terhadap teknologi, namun justru memilih untuk bekerja di bidang finansial. Mengawali karier sebagai Project Coordinator di Citibank Indonesia, Danang kemudian menduduki posisi Business Analyst di Manulife Financial, Senior Manager – Business & Product Development di Bank CIMB Niaga, dan yang terakhir sebagai Division Head di Rekening Ponsel Corporate Partnership Bank CIMB Niaga. Kini di Investree, Danang merealisasikan mimpinya untuk mewujudkan ekonomi UKM yang sejahtera di Indonesia melalui proses mudah, cepat, dan aman, serta dukungan teknologi mutakhir, sejalan dengan apa yang menjadi ketertarikannya selama ini.

 

Pendaftaran Pendana




Sudah punya akun? Login

Pendaftaran Pendanaan Pembiayaan Syariah




Sudah punya akun? Login

Pendaftaran Pinjaman Personal




Sudah punya akun? Login

Pendaftaran Pinjaman Bisnis




Sudah punya akun? Login

Pendaftaran Pembiayaan Usaha Syariah



Sudah punya akun? Login

Pendaftaran Referrer




Sudah punya akun? Login

Pendaftaran Online Seller Financing




Sudah punya akun?

Pendaftaran Reseller Financing



Sudah punya akun? Login

Lupa Kata Sandi

Pinjaman Bisnis :
sebagai solusi pembiayaan modal kerja Anda :


  • Pinjaman hingga maksimal Rp 2 miliar
  • Bunga mulai dari 0,9% per bulan atau 12% per tahun
  • Pendanaan penuh dalam waktu 2 (dua) hari
  • Proses online dan transparan